PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi pada sistem pemesanan tiket mudik Lebaran 2025. Banyak penumpang yang mengeluhkan kesulitan saat mencoba membeli tiket kereta api. Untuk periode mudik Lebaran, baik melalui situs resmi maupun aplikasi seluler. Permasalahan ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi para calon penumpang yang sudah merencanakan perjalanan jauh-jauh hari.
Masalah pada Sistem Pemesanan Tiket
Pemesanan tiket mudik Lebaran, yang biasanya sudah dimulai beberapa bulan sebelum hari H. Menjadi kacau akibat masalah teknis pada sistem pemesanan milik KAI. Sejumlah pengguna melaporkan bahwa mereka tidak dapat mengakses situs resmi atau aplikasi KAI pada jam-jam tertentu. Bahkan saat mereka sudah melakukan pembayaran, status tiket yang dibeli tidak muncul di sistem.
“Pihak KAI mengonfirmasi bahwa gangguan sistem terjadi karena lonjakan akses pengguna yang luar biasa, terutama saat pembukaan jadwal tiket mudik Lebaran. Kami sedang melakukan evaluasi mendalam untuk memastikan masalah ini tidak terjadi lagi.” Ujar Joni, Kepala Humas PT KAI, saat diwawancarai di Jakarta, Rabu (14/2).
Menurut Joni, permasalahan ini hanya terjadi pada hari-hari awal pembukaan pemesanan tiket dan sistem saat ini sudah kembali normal. Namun, ia mengakui bahwa masalah ini memberikan dampak signifikan bagi banyak pelanggan yang menginginkan kepastian tiket perjalanan mereka.
Penyebab Gangguan Sistem Pemesanan
Sistem pemesanan tiket kereta api milik KAI menggunakan teknologi digital untuk memfasilitasi penjualan tiket secara online. Meskipun dioptimalkan untuk menangani volume transaksi yang tinggi, sistem ini masih terkendala dalam menghadapi lonjakan permintaan tiket yang terjadi pada musim mudik Lebaran. KAI pun mengakui bahwa meskipun sudah melakukan sejumlah upaya persiapan. Kapasitas sistem mereka terbukti belum cukup untuk mengimbangi tingginya antusiasme masyarakat.
“Saat pembukaan tiket mudik Lebaran, ada lonjakan trafik yang sangat tinggi. Kami tidak dapat memprediksi secara tepat kapan puncak permintaan itu terjadi. Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini dan sedang berupaya meningkatkan kapasitas server dan infrastruktur teknologi kami. Dalam mengantisipasi kebutuhan serupa di masa depan,” ujar Joni lebih lanjut.
Upaya PT KAI Memperbaiki Sistem
Untuk mengatasi masalah tersebut, PT KAI langsung melakukan perbaikan dan memperkuat sistem mereka agar bisa menangani volume akses yang lebih besar. Beberapa langkah yang sudah diambil antara lain dengan meningkatkan kapasitas server dan menambah jumlah petugas yang siap membantu penumpang melalui saluran layanan pelanggan, baik melalui telepon maupun media sosial.
“Kami akan terus berinovasi dan memperbaiki layanan kami agar tidak ada lagi gangguan teknis pada masa-masa puncak seperti ini. Kami juga memastikan adanya alternatif pembelian tiket melalui loket-loket resmi kami untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan yang tidak dapat mengakses online,” jelas Joni.
Tanggapan Masyarakat dan Imbasnya
Meski masalah teknis sudah mulai teratasi, banyak masyarakat yang merasa kecewa dan frustrasi akibat kesulitan dalam mendapatkan tiket mudik. Sejumlah penumpang menyatakan bahwa mereka telah merencanakan perjalanan jauh-jauh hari dan merasa khawatir tidak mendapatkan tiket di waktu yang tepat.
“Ini sangat mengganggu. Saya sudah berusaha berkali-kali mencoba membeli tiket lewat aplikasi dan website KAI, tapi selalu gagal. Padahal, saya sudah merencanakan perjalanan mudik Lebaran ini sejak lama,” keluh salah satu calon penumpang, Wulan, yang hendak mudik dari Jakarta menuju Surabaya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, PT KAI menjanjikan kompensasi bagi calon penumpang yang terdampak akibat kegagalan sistem pemesanan tiket. Hal ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan dan kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan KAI di masa depan.
Komitmen KAI untuk Perbaikan Layanan
KAI menyatakan bahwa meskipun gangguan ini sempat mengganggu proses pemesanan tiket, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan efisiensi layanan, terutama menjelang puncak musim mudik Lebaran mendatang. Diharapkan dengan adanya perbaikan sistem ini, pelanggan dapat membeli tiket dengan lebih lancar tanpa adanya hambatan.
Prabowo Subianto, Menteri Perhubungan, dalam keterangannya menambahkan, “Kami mendorong agar perusahaan transportasi, termasuk PT KAI, terus berinovasi dalam menghadapi permintaan tinggi, terutama saat musim mudik Lebaran. Infrastruktur digital yang baik sangat penting untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.”